Pedang Paling Tajam di Dunia

Pengusaha Muslim - Pedang Paling Tajam di Dunia - 21 Juli lalu, dipamerkan benda kemiliteran kuno Tiongkok yang sangat langka, dari benda-benda yang tak ternilai tersebut dipamerkan, ada pedang milik Gou Jian (baca: kou cien), Raja Yue (sekitar 500 tahun SM), buku kuno ilmu kemiliteran Sun Zi (baca: suen ce, di Indonesia terkenal dengan Sun Tzu) berasal dari makam dinasti Han di gunung Yin Que (baca: yinjue) dan lain sebagainya.

Diantaranya juga terdapat pedang raja Yue, Gou Jian dan cucu Gou Jian. Pedang yang pernah dipergunakan oleh buyutnya serta pedang dari putera mahkota Wu. Empat pedang tersohor ini untuk kali pertama dipamerkan secara bersamaan di depan umum, sebuah kejadian langka di dalam sejarah.

Pekerja dengan sangat hati-hati menempatkan pedang Gou Jian dari Raja Yue yang didatangkan dari propinsi Hubei ke Beijing, ke dalam kotak pajangan khusus. Meski telah melewati usia yang begitu panjang masih saja tajam tak tertandingi.

Pedang Gou Jian tajamnya dapat membuat “rambut lewat, terputus” milik sang raja Yue membuat orang terkagum-kagum.

Menurut cerita pekerja, pedang Gou Jian sesudah digali keluar dan di dalam sebuah eksperimen, mata pedang (blade) dalam satu kali tebas dengan mudah memotong 26 lembar tumpuk kertas.

“Sungguh-sungguh telah dicoba oleh seorang pekerja yang mengambil sehelai rambutnya dan dilepas secara alami ke atas mata pedang, rambut tersebut langsung terpotong jadi 2.”

Pedang Gou Jian milik Raja Yue memiliki panjang 55.6 cm dan lebar 4,6 cm. Pada 1965 ditemukan di gunung Jiang Ling propinsi Hubei. Pada badan pedang terdapat tekstur berbentuk rhombis, berpola blue inlay berglasur dan terdapat permata turquoise (biru hijau).

Ketika digali tertancap di dalam sarung bercat transparan dan di bagian lehernya terlilit tali sutera. Di dekat pegangannya tertera “Pedang pribadi Gou Jian – Raja Yue”. Pedang tersebut berasal dari makam (dinasti) Chu, diletakkan di sebelah kiri kerangka jenazah, sebagai pedang pribadi.

Pedang Gou Jian dewasa ini adalah pusaka milik museum propinsi Hubei. Kepala museum propinsi Hubei, Wang Hongxing berkata, “Hingga sekarang, pedang ini masih saja diselimuti banyak misteri, misalnya tentang asal usulnya, teknik pembuatannya dan lain sebagainya.”

Selain kehadiran keempat pedang ternama tersebut, ada lagi yang boleh dibilang adalah “Pistol otomatis” zaman kuno, yakni busur mekanik otomatis dari zaman Zhan Guo (403 – 221 SM).

Wang Hongxing menyatakan, petugas arkeologi membuat turunannya sesuai dengan busur aslinya dan bisa dibidikkan sejauh 20 hingga 30 langkah, sekali isi bisa dipasang dan ditembakkan 2 batang anak panah mekanik, ini di zaman kuno nyaris bagaikan “pistol otomatis”.

Selain itu, di dalam pameran kali ini juga kali pertama ditunjukkan 20 potong serpihan buku (kala itu buku belum dibuat dari kertas, melainkan dari lempengan bambu) ilmu kemiliteran Sun Zi dari makam Han di gunung Yin Que.

Sisa serpihan ilmu kemiliteran hasil karya Sun Zi yang masih eksis dan tertua ini sangat berharga, setiap serpihan masing-masing diletakkan di dalam sebuah tabung kaca transparan, sekitarnya diisi penuh dengan cairan pelindung transparan, para penonton melalui kaca masih bisa membaca aksara berwarna hitam di atas serpihan terse
READ MORE - Pedang Paling Tajam di Dunia

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang jadi Teladan

Apakah Indonesia akan memiliki pemimpin seperti Mahmoud Ahmadinejad?

Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
TV Fox (AS) : "Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Mahmoud Ahmadinejad : "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: "Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran".
Berikut adalah gambaran Mahmoud Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :
Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.


Kesederhanaan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad

Mahmoud Ahmadinejad mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
Di banyak kesempatan Mahmoud Ahmadinejad bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.


Foto Mahmoud Ahmadinejad diruang kerjanya yang sangat sederhana bagi seorang presiden

Di bawah kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad, saat ia meminta menteri-menterinya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
Langkah pertama Mahmoud Ahmadinejad adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.00.

Sebagai tambahan informasi, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimiliki seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan, Mahmoud Ahmadinejad. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa Presiden Mahmoud Ahmadinejad tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

Hal lain yang diubahnya adalah kebijakan tentang Pesawat Terbang Kepresidenan, Mahmoud Ahmadinejad mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat sedangkan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Mahmoud Ahmadinejad kerap mengadakan rapat dengan menteri-menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

Saat harus menginap di hotel, Mahmoud Ahmadinejad meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena Mahmoud Ahmadinejad tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?

Seorang Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto-foto yg diambil oleh adiknya tersebut,kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.


Mahmoud Ahmadinejad seorang presiden yang luar biasa, semoga jadi inspirasi bagi para pemimpin Indonesia



Semoga tipe pemimpin yang seperti inilah yang akan dimiliki oleh Indonesia, negara kita tercinta, yang mencintai dan dicintai seluruh rakyatnya ... amiiien...

READ MORE - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang jadi Teladan

Kisah Motivasi: Keikhlasan Tukang Sol Sepatu

Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan condong catur demi menyambung hidup. Mbah sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”
di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.

Ketika mbah sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“wah cepat sekali. Berapa pak?”

“5000 rupiah mas”

sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“wah mas gak ada uang pas ya?”

“nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”

“maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”

“waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”

“udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”

“oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”

***

jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “ikhlas. Insya allah akan dapat gantinya.”

ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.

“ya allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”

selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”

kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”

“sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya allah minggu depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak”

“tapi ini terlalu banyak mas”

“saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”

***

tuhan punya cara tersendiri dalam menolong hamba-hambanya yang mau berusaha dalam kesulitannya. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan pertolongan itu tiba.

Keikhlasan akan dibalas dengan keindahan.
READ MORE - Kisah Motivasi: Keikhlasan Tukang Sol Sepatu

10 Kesalahan yang akan merusak peluang Anda menjadi pengusaha sukses:


10 Kesalahan yang akan merusak peluang Anda menjadi pengusaha sukses:
  1. Membiarkan ketakutan menahan Anda. Kami yakin isu nomor 1 yang mempengaruhi keberhasilan bisnis baru adalah takut gagal, takut sukses, takut kritikan, takut tidak dihargai dan takut memikirkan orang tidak akan menyukai produk atau jasa Anda. Memahami ketakutan tersebut bisa menghalangi Anda. Belajar untuk mengenalinya dan berhubungan dengannya.
  2. Gagal mengembangkan hubungan yang sesungguhnya. Tidak ada yang terjadi sampai terjalin hubungan. Tidak ada pertemuan, tidak ada peluang penjualan, tidak ada bisnis. Luangkan waktu untuk membangun hubungan, dan kemudian Anda siap menjual.
  3. Gagal merespon dengan cepat. Semakin cepat Anda merespon, semakin responsif Anda. Tidak membalas e-mail selama berhari-hari, pesan suara yang diabaikan, dan proposal atau perjanjian sales yang ditunda menunjukkan Anda tidak peduli dengan bisnis prospek. Lupakan nasehat yang absurd dimana respon yang cepat membuat Anda nampak ingin atau putus asa melakukan bisnis. Ini membuat Anda nampak responsif.
  4. Menjadi pemaksa. Tidak seorangpun yang menyukai pemaksa. Jadi saat pembeli Anda mengatakan "ya" - stop menjual. Dan jangan menjual, dimana mendapatkan pembeli untuk membeli lebih banyak dibandingkan yang mereka butuhkan. Ini baik untuk keuntungan jangka pendek dan buruk bagi hubungan jangka panjang.
  5. Berhenti saat ada penolakan. Tidak seorangpun yang mau menerima penolakan, tapi terkadang kita melihatnya saat tidak nampak. Penolakan adalah respon awal pada seseorang yang tidak dikenalnya, bukan sebuah kesimpulan. Atau bisa saja berasal dari penjaga gerbang yang tugasnya menolak.
  6. Terjebak dalam kesempurnaan. Tidak ada yang namanya proposal yang sempurna, surat dan response yang sempurna. Baik biasanya cukup baik kecuali berkaitan dengan situasi hidup dan mati, yang kebanyakan dari kita tidak demikian. Tambahan 20 persen yang Anda tempatkan pada produk, jasa, respon tidak diakui maupun dihargai oleh penerima. Tapi fakta dimana Anda terlalu lama merespon dikenali dan tidak dengan cara yang baik.
  7. Menggunakan keyakinan personal Anda. Tidak seorangpun yang peduli dengan pendapat Anda saat Anda dalam situasi menjual. Pandangan politik, sosial, dan olah raga hanya untuk diri Anda.
  8. Kurang fokus. Saat Anda tidak fokus dengan karyawan, klien dan prospek seolah Anda tidak berminat atau Anda terlalu berlebihan. Saat Anda tidak fokus dengan organisasi Anda, ini seperti versi terbaru kekacauan organisasi yang akan merusak moral staff yang berusaha menghadapi perubahan prioritas dan inisiatif baru.
  9. Tidak ada kehadiran eksekutif. Kehadiran eksekutif tidak semata-mata melihat bagian tersebut. Ini mengenai mengelola citra Anda dengan penuh pertimbangan dan tidak dibuat-buat. Suka atau tidak, lelah, banyak beban, berantakan dan orang yang ceroboh adalah mereka yang tidak menyadari kejadian yang sedang terjadi dan tidak membaca buku sejak sekolah menengah atau kuliah adalah gambaran yang sangat berbeda dibandingkan orang yang merawar dirinya dan secara intelektual ingin tahu.
  10. Tidak menunjukkan terimakasih. Sukses dalam bisnis tidak terjadi begitu saja. Disepanjang perjalanan ada banyak orang yang berbagi masukan, membantu Anda melalui saat yang berat, yang mungkin saja memberikan Anda gambaran. Jangan melupakan mereka saat Anda sukses. Selalu ada balasan dari rasa terima kasih.
Perkonomian saat ini dalam kondisi sulit. Memulai usaha baru bisa jadi melelahkan dan memberikan kepuasan – secara personal dan profesional. Tentu, Anda membutuhkan rencana bisnis, keuangan yang solid dengan produk atau jasa yang bisa dijual dengan proposisi nilai yang kuat. Tapi Anda membutuhkan lebih. Dan Anda harus mulai menghilangkan perilaku sabotase yang akan menganggu transisi Anda dari seorang eksekutif menjadi pengusaha.
Oleh: Tony Kubica. Pakar di bidang konsultan manajemen dan peningkatakn kinerja bisnis, Tony Kubica dan Sara Laforest memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun dalam membantu pengusaha untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis mereka.
Sumber: www.articlebase.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Artikel: www.pengusahamuslim.com
READ MORE - 10 Kesalahan yang akan merusak peluang Anda menjadi pengusaha sukses:

Kisah Seguci Emas



Penulis : Al-Ustadz Abu Muhammad Harist


Sebuah kisah yang terjadi di masa lampau, sebelum Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan. Kisah yang menggambarkan kepada kita pengertian amanah, kezuhudan, dan kejujuran serta wara’ yang sudah sangat langka ditemukan dalam kehidupan manusia di abad ini.
Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Ada seorang laki-laki membeli sebidang tanah dari seseorang. Ternyata di dalam tanahnya itu terdapat seguci emas. Lalu berkatalah orang yang membeli tanah itu kepadanya: “Ambillah emasmu, sebetulnya aku hanya membeli tanah darimu, bukan membeli emas.”
Si pemilik tanah berkata kepadanya: “Bahwasanya saya menjual tanah kepadamu berikut isinya.”
Akhirnya, keduanya menemui seseorang untuk menjadi hakim. Kemudian berkatalah orang yang diangkat sebagai hakim itu: “Apakah kamu berdua mempunyai anak?”
Salah satu dari mereka berkata: “Saya punya seorang anak laki-laki.”
Yang lain berkata: “Saya punya seorang anak perempuan.”
Kata sang hakim: “Nikahkanlah mereka berdua dan berilah mereka belanja dari harta ini serta bersedekahlah kalian berdua.”


Sungguh, betapa indah apa yang dikisahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. Di zaman yang kehidupan serba dinilai dengan materi dan keduniaan. Bahkan hubungan persaudaraan pun dibina di atas kebendaan. Wallahul musta’an.



Dalam hadits ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisahkan, transaksi yang mereka lakukan berkaitan sebidang tanah. Si penjual merasa yakin bahwa isi tanah itu sudah termasuk dalam transaksi mereka. Sementara si pembeli berkeyakinan sebaliknya; isinya tidak termasuk dalam akad jual beli tersebut. Kedua lelaki ini tetap bertahan, lebih memilih sikap wara’, tidak mau mengambil dan membelanjakan harta itu, karena adanya kesamaran, apakah halal baginya ataukah haram? Mereka juga tidak saling berlomba mendapatkan harta itu, bahkan menghindarinya. Simaklah apa yang dikatakan si pembeli tanah: “Ambillah emasmu, sebetulnya aku hanya membeli tanah darimu, bukan membeli emas.”



Barangkali kalau kita yang mengalami, masing-masing akan berusaha cari pembenaran, bukti untuk menunjukkan dirinya lebih berhak terhadap emas tersebut. Tetapi bukan itu yang ingin kita sampaikan melalui kisah ini. Hadits ini menerangkan ketinggian sikap amanah mereka dan tidak adanya keinginan mereka mengaku-aku sesuatu yang bukan haknya. Juga sikap jujur serta wara’ mereka terhadap dunia, tidak berambisi untuk mengangkangi hak yang belum jelas siapa pemiliknya. Kemudian muamalah mereka yang baik, bukan hanya akhirnya menimbulkan kasih sayang sesama mereka, tetapi menumbuhkan ikatan baru berupa perbesanan, dengan disatukannya mereka melalui perkawinan putra putri mereka. Bahkan, harta tersebut tidak pula keluar dari keluarga besar mereka. Allahu Akbar.


Bandingkan dengan keadaan sebagian kita di zaman ini, sampai terucap dari mereka: “Mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal?” Subhanallah.
Kemudian, mari perhatikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma:

“Siapa yang terjatuh ke dalam syubhat (perkara yang samar) berarti dia jatuh ke dalam perkara yang haram.”


Sementara kebanyakan kita, menganggap ringan perkara syubhat ini. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, bahwa siapa yang jatuh ke dalam perkara yang samar itu, bisa jadi dia jatuh ke dalam perkara yang haram. Orang yang jatuh dalam hal-hal yang meragukan, berani dan tidak memedulikannya, hampir-hampir dia mendekati dan berani pula terhadap perkara yang diharamkan lalu jatuh ke dalamnya.



Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menjelaskan pula dalam sabdanya yang lain:

“Tinggalkan apa yang meragukanmu, kepada apa yang tidak meragukanmu.”


Yakni tinggalkanlah apa yang engkau ragu tentangnya, kepada sesuatu yang meyakinkanmu dan kamu tahu bahwa itu tidak mengandung kesamaran.
Sedangkan harta yang haram hanya akan menghilangkan berkah, mengundang kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, menghalangi terkabulnya doa dan membawa seseorang menuju neraka jahannam.



Tidak, ini bukan dongeng pengantar tidur. Inilah kisah nyata yang diceritakan oleh Ash-Shadiqul Mashduq (yang benar lagi dibenarkan) Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 3-4)


Kedua lelaki itu menjauh dari harta tersebut sampai akhirnya mereka datang kepada seseorang untuk menjadi hakim yang memutuskan perkara mereka berdua. Menurut sebagian ulama, zhahirnya lelaki itu bukanlah hakim, tapi mereka berdua memintanya memutuskan persoalan di antara mereka.
Dengan keshalihan kedua lelaki tersebut, keduanya lalu pergi menemui seorang yang berilmu di antara ulama mereka agar memutuskan perkara yang sedang mereka hadapi. Adapun argumentasi si penjual, bahwa dia menjual tanah dan apa yang ada di dalamnya, sehingga emas itu bukan miliknya. Sementara si pembeli beralasan, bahwa dia hanya membeli tanah, bukan emas.



Akan tetapi, rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala membuat mereka berdua merasa tidak butuh kepada harta yang meragukan tersebut.
Kemudian, datanglah keputusan yang membuat lega semua pihak, yaitu pernikahan anak laki-laki salah seorang dari mereka dengan anak perempuan pihak lainnya, memberi belanja keluarga baru itu dengan harta temuan tersebut, sehingga menguatkan persaudaraan imaniah di antara dua keluarga yang shalih ini.
Perhatikan pula kejujuran dan sikap wara’ sang hakim. Dia putuskan persoalan keduanya tanpa merugikan pihak yang lain dan tidak mengambil keuntungan apapun. Seandainya hakimnya tidak jujur atau tamak, tentu akan mengupayakan keputusan yang menyebabkan harta itu lepas dari tangan mereka dan jatuh ke tangannya.
Pelajaran yang kita ambil dari kisah ini adalah sekelumit tentang sikap amanah dan kejujuran serta wara’ yang sudah langka di zaman kita.



Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dalam Syarah Riyadhis Shalihin mengatakan:
Adapun hukum masalah ini, maka para ulama berpendapat apabila seseorang menjual tanahnya kepada orang lain, lalu si pembeli menemukan sesuatu yang terpendam dalam tanah tersebut, baik emas atau yang lainnya, maka harta terpendam itu tidak menjadi milik pembeli dengan kepemilikannya terhadap tanah yang dibelinya, tapi milik si penjual. Kalau si penjual membelinya dari yang lain pula, maka harta itu milik orang pertama. Karena harta yang terpendam itu bukan bagian dari tanah tersebut.
Berbeda dengan barang tambang atau galian. Misalnya dia membeli tanah, lalu di dalamnya terdapat barang tambang atau galian, seperti emas, perak, atau besi (tembaga, timah dan sebagainya). Maka benda-benda ini, mengikuti tanah tersebut.



Kisah lain, yang mirip dengan ini, terjadi di umat ini. Kisah ini sangat masyhur, wallahu a’lam.
Beberapa abad lalu, di masa-masa akhir tabi’in. Di sebuah jalan, di salah satu pinggiran kota Kufah, berjalanlah seorang pemuda. Tiba-tiba dia melihat sebutir apel jatuh dari tangkainya, keluar dari sebidang kebun yang luas. Pemuda itu pun menjulurkan tangannya memungut apel yang nampak segar itu. Dengan tenang, dia memakannya.
Pemuda itu adalah Tsabit. Baru separuh yang digigitnya, kemudian ditelannya, tersentaklah dia. Apel itu bukan miliknya! Bagaimana mungkin dia memakan sesuatu yang bukan miliknya?



Akhirnya pemuda itu menahan separuh sisa apel itu dan pergi mencari penjaga kebun tersebut. Setelah bertemu, dia berkata: “Wahai hamba Allah, saya sudah menghabiskan separuh apel ini. Apakah engkau mau memaafkan saya?”
Penjaga itu menjawab: “Bagaimana saya bisa memaafkanmu, sementara saya bukan pemiliknya. Yang berhak memaafkanmu adalah pemilik kebun apel ini.”
“Di mana pemiliknya?” tanya Tsabit.
“Rumahnya jauh sekitar lima mil dari sini,” kata si penjaga.
Maka berangkatlah pemuda itu menemui pemilik kebun untuk meminta kerelaannya karena dia telah memakan apel milik tuan kebun tersebut.
Akhirnya pemuda itu tiba di depan pintu pemilik kebun. Setelah mengucapkan salam dan dijawab, Tsabit berkata dalam keadaan gelisah dan ketakutan: “Wahai hamba Allah, tahukah anda mengapa saya datang ke sini?”
“Tidak,” kata pemilik kebun.
“Saya datang untuk minta kerelaan anda terhadap separuh apel milik anda yang saya temukan dan saya makan. Inilah yang setengah lagi.”
“Saya tidak akan memaafkanmu, demi Allah. Kecuali kalau engkau menerima syaratku,” katanya.
Tsabit bertanya: “Apa syaratnya, wahai hamba Allah?”
Kata pemilik kebun itu: “Kamu harus menikahi putriku.”
Si pemuda tercengang seraya berkata: “Apa betul ini termasuk syarat? Anda memaafkan saya dan saya menikahi putri anda? Ini anugerah yang besar.”
Pemilik kebun itu melanjutkan: “Kalau kau terima, maka kamu saya maafkan.”
Akhirnya pemuda itu berkata: “Baiklah, saya terima.”
Si pemilik kebun berkata pula: “Supaya saya tidak dianggap menipumu, saya katakan bahwa putriku itu buta, tuli, bisu dan lumpuh tidak mampu berdiri.”
Pemuda itu sekali lagi terperanjat. Namun, apa boleh buat, separuh apel yang ditelannya, kemana akan dia cari gantinya kalau pemiliknya meminta ganti rugi atau menuntut di hadapan Hakim Yang Maha Adil?
“Kalau kau mau, datanglah sesudah ‘Isya agar bisa kau temui istrimu,” kata pemilik kebun tersebut.
Pemuda itu seolah-olah didorong ke tengah kancah pertempuran yang sengit. Dengan berat dia melangkah memasuki kamar istrinya dan memberi salam.
Sekali lagi pemuda itu kaget luar biasa. Tiba-tiba dia mendengar suara merdu yang menjawab salamnya. Seorang wanita berdiri menjabat tangannya. Pemuda itu masih heran kebingungan, kata mertuanya, putrinya adalah gadis buta, tuli, bisu dan lumpuh. Tetapi gadis ini? Siapa gerangan dia?
Akhirnya dia bertanya siapa gadis itu dan mengapa ayahnya mengatakan begitu rupa tentang putrinya.
Istrinya itu balik bertanya: “Apa yang dikatakan ayahku?”
Kata pemuda itu: “Ayahmu mengatakan kamu buta.”
“Demi Allah, dia tidak dusta. Sungguh, saya tidak pernah melihat kepada sesuatu yang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
“Ayahmu mengatakan kamu bisu,” kata pemuda itu.
“Ayahku benar, demi Allah. Saya tidak pernah mengucapkan satu kalimat yang membuat Allah Subhanahu wa Ta’ala murka.”
“Dia katakan kamu tuli.”
“Ayah betul. Demi Allah, saya tidak pernah mendengar kecuali semua yang di dalamnya terdapat ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
“Dia katakan kamu lumpuh.”
“Ya. Karena saya tidak pernah melangkahkan kaki saya ini kecuali ke tempat yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Pemuda itu memandangi wajah istrinya, yang bagaikan purnama. Tak lama dari pernikahan tersebut, lahirlah seorang hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang shalih, yang memenuhi dunia dengan ilmu dan ketakwaannya. Bayi tersebut diberi nama Nu’man; Nu’man bin Tsabit Abu Hanifah rahimahullahu.



Duhai, sekiranya pemuda muslimin saat ini meniru pemuda Tsabit, ayahanda Al-Imam Abu Hanifah. Duhai, sekiranya para pemudinya seperti sang ibu, dalam ‘kebutaannya, kebisuan, ketulian, dan kelumpuhannya’ .
Demikianlah cara pandang orang-orang shalih terhadap dunia ini. Adakah yang mengambil pelajaran?
Wallahul Muwaffiq.
READ MORE - Kisah Seguci Emas

12 langkah sukses meraih pelanggan

Ingatkah Anda terakhir kali mendapatkan masalah dan mengeluh. Senangkah Anda dengan hasilnya? Apa yang Anda rasakan? Apakah Anda masih ingin membeli produk atau jasanya di kemudian hari? Jika statistik benar, saya berani katakan bahwa pengalaman Anda sangat menjengkelkan, atau dalam kasus tertentu, tidak acuh.
Manajemen masalah yang tidak sesuai banyak terjadi di perusahaan. Apakah dikarenakan kurangnya minat, prosedur, pelatihan staf, penanganan keluhan yang buruk merupakan fenomena yang sangat berpengaruh pada kepuasan dan ikatan dengan pelanggan. Sayangnya, organisasi seringkali cenderung untuk men- demonisasi "tukang komplain", mereka menilainya sebagai individu yang tidak diinginkan dan mencoba menyingkirkannya secepat mungkin. Pada dasarnya, terdapat tingkat informasi dan ketidakmampuan yang besar untuk melihat peluang-peluang besar yang disampaikan oleh keluhan untuk mengkonsolidasikan citra perusahaan dan membedakannya dari pesaing. 
Namun, meski keluhan membuat perusahaan nampak buruk, mereka membantu mendeteksi kekurangan dan meningkatkan mutu produk dan jasa; tapi yang terpenting dari semua itu adalah, mereka adalah peluang yang baik untuk menunjukkan pada pelanggan betapa berharganya mereka, untuk memberikan kejutan pada mereka dengan proses solusi yang luar biasa dan memperkuat kesetiaan mereka secara signifikan. 
Semua perusahaan pernah mengalami kegagalan; ini hal yang tidak bisa dihindarkan. Perbedaan antara service leader dan yang lainnya adalah bagaimana ketika tanggapan mereka saat terjadi kesalahan yang mengakibatkan ketidakpuasan pelanggan. Organisasi besar seperti hotel Ritz-Carlton, toko rantai Home Depot atau maskapai Cathay Pacific dari Hong Kong memahami dengan baik nilai keluhan dan menentukang secara jelas langkah yang diperlukan untuk menangganinya secara efisien.
Tentu saja, cara terbaik memecahkan masalah adalah dengan melakukan hal yang benar pertama kali, sehingga tidak terulang kembali, namun ketika banyak hal penting yang tidak berjalan dengan semestinya, penting bagi staf untuk merespon dengan sesuai. 
Kuncinya dengan memberikan karyawan tiga hal berikut ini:

1. Tanggung jawab untuk menangani keluhan konsumen dengan efektif

2. Pemberdayaan yang memadai untuk membuat keputusan yang dianggap penting untuk mencapai tujuan tersebut (dalam lingkup tertentu)

3. Kerangka tindakan atau prosedur yang menuntun mereka melalui proses untuk mencapai konsistensi pengelolaan keluhan dipenjuru organisasi.
Untuk poin terakhir, kami memberikan panduan langkah-langkah dasar yang harus diikuti setiap karyawan untuk merubah pengalaman negatif pelanggan menjadi pengalaman yang menyenangkan. 
Langkah 1: Menerapkan Perilaku Positif

* Perilaku adalah dasar servis. Tanpa perilaku yang positif Anda tidak akan pernah menemukan motivasi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah pelanggan.

* Kenali kenyataan bahwa pelanggan adalah hal terpenting bagi organisasi dan komitmen pada diri Anda untuk melakukan hal terbaik untuk menyenangkan mereka, setiap hari, dan disetiap transaksi.

* Mengembangkan minat untuk membantu pelanggan ketika mereka membutuhkan Anda. Bisnis bukan semata-mata mengenai uang. Belajar untuk menikmati sesuatu yang spesial bagi orang lain dan tidak mengharapkan apapun selain ucapan terima kasih dan wajah bahagia mereka.
Langkah 2: Meyakinkan Kembali Pelanggan

Jika pelanggan sangat kesal, berkomunikasi dengannya akan sangat sulit, kecuali dia sudah mereda; karena itu, biarkan dia mengeluarkan kekesalannya.

* Biarkan dia berbicara dan jangan menyelanya.

* Jangan membuat penilaiannya sebagai hal pribadi

* Tekankan bahwa pekerjaan Anda adalah "membantunya menemukan solusi".

Langkah 3: Menetapkan Empati

* Bagi pelanggan yang bermasalah, akan membuatnya nyaman jika karyawan memahami situasinya. Upayakan untuk menempatkan diri Anda di posisi pelanggan.

* Gunakan ungkapan emosional dan empati seperti: "Saya memahami bagaimana perasaan Anda", "Saya menyesal Anda mengalami kejadian ini dengan kami".

* Terlepas dari apakah kesalahan perusahaan atau bukan, masalah memang ada. Hadapi dan jangan menanyai pelanggan.

Langkah 4: Menyampaikan Permohonan Maaf

* Menyampaikan permohonan maaf atas nama organisasi. Terkadang ini yang diinginkan pelanggan.

* Jangan melimpahkan atau menyalahkan karyawan atau departemen lain.

Langkah 5: Identifikasi Masalah dan Penyebab

* Menanyakan pertanyaan yang efektif sehingga membantu Anda untuk memahami masalah dan penyebabnya.

* Mendengarkan dengan baik .

* Pelanggan yang kesal seringkali melenceng dari inti masalah. Kembali ke inti topik pembicaraan jika terjadi hal ini.

* Memberikan detil. Terkadang keluhan hanya seujung gunung es.

Langkah 6: Memandu Pelanggan

Jika masalah disebabkan karena kesalahan produk atau jasa, atau karena kurangnya informasi, jelaskan penyebab dan informasikan pada pelanggan sehingga tidak terulang kembali. 

Langkah 7: Meminta atau Menawarkan Solusi Alternatif

* Tanyakan pada pelanggan bagaimana dia ingin memecahkan masalahnya. Jika semua ditangan Anda, lakukan, jika tidak mintalah otorisasi. Jangan takut, pada banyak kasus, permintaan pelanggan tidak sebesar yang kita bayangkan. Yang diinginkan pelanggan adalah deal yang adil.

* Jika apa yang diinginkan pelanggan tidak feasibel, tawarkan alternatif yang berbeda untuk memecahkan masalah. Tidak semua orang menyelesaikan masalah yang sama.

Step 8: Komunikasikan Langkah-Langkah Berikut

* Jelaskan pada pelanggan semua langkah dan/atau tindakan yang akan Anda lakukan untuk menyelesaikan masalah.

* Menyetujui untuk tetap berhubungan dengan frekwensi yang disepakati selama keseluruhan proses.

Langkah 9: Memecahkan Masalah

* Menghadapi keluhan. Jangan bertanya pada diri sendiri jika ada kaitannya dengan fungsi kerja Anda. Pelanggan komplain pada Anda, jadi komplain ini "milik Anda" dan ini tanggung jawab Anda untuk memecahkannya.

* Bertindak secepatnya.Masalah pelanggan adalah prioritas utama. Jangan menuliskannya di daftar "to do" Anda.

* Jika solusi ada di tangan Anda, merujuk ke area yang bersangkutan tapi jangan pernah mengabaikan masalah. Membuat tindak lanjut dan selalu menginformasikan pada pelanggan.

Langkah 10: Menginformasikan Pada Pelanggan Jika Masalah Sudah Terpecahkan

Hubungi pelanggan jika masalah sudah terpecahkan.

Langkah 11: Memberikan Kompensasi Pada Pelanggan atau Bekerja Ekstra

* Menawarkan retribusi tambahan bagi pelanggan atas pengalaman buruk yang didapatkannya. Tidak harus dalam bentuk uang, tapi harus sesuatu yang berharga. Misalnya, maskapai penerbangan bisa menawarkan upgrade; hotel menawarkan akses Internet gratis bagi tamu, dsb.

* Jika Anda tidak berwenang untuk memberikan kompensasi, lakukan sesuatu untuk memberikan kejutan pada konsumen dan diluar harapannya. Misalnya, pembeli mobil baru yang mobilnya mendadak rusak saat menuju bandara, service manager dealer mobil mengirim karyawannya untuk menjemputnya dan mengantarkannya ke terminal, dan beberapa hari kemudian, dia muncul gate kedatangan untuk menemui si pelanggan dimana mobil sudah diperbaiki serta sekotak coklat.

Langkah 12: Memonitor Kepuasan Final

Menghubungi pelanggan beberapa hari kemudian untuk memastikan bahwa dia puas dengan cara kita menuntaskan masalah dan menanyakan jika ada yang bisa dilakukan perusahaan.
Gunakan panduan ini sebagai referensi untuk mengembangkan kebijakan manajemen komplain dan keluhan, menyesuaikan dengan karakteristik usaha dan melatih staf untuk menerapkannya dengan baik. 
Meski ini tidak akan mengurangi nilai kesalahan Anda, tapi setidaknya memastikan sekalipun ada kegagalan servis, tapi tidak mempengaruhi kepuasan pelanggan dan citra perusahaan akan semakin kuat.

Oleh Fernando Krasovitzky adalah Managing Director Leventer Group.

Sumber: www.leventergroup. com.
READ MORE - 12 langkah sukses meraih pelanggan

PRODUSEN BATUBARA

Kami bergerak di Trading dan Eksport serta Pendanaan Batubara Kami didukung dengan Kemitraan dan kerjasama beberapa KP.


Berikut ini data yang dapat kami catatkan ;

K P               ; Kaltim , Kalsel , Muaro Bungo Jambi dan Lahat Sumsel


Pruduksi/bln ; 100.000 MT untuk masing-masing Callory per bulan Produksi setiap KP sebesar        30 ribu hingga 40 ribu MT/bulan 


K.Call            ; Low Callory, Up 5000 , Up 6000 serta High Callory


Stockpile       ; Tanjung Priok dan Ciwandaan Banten


Harga             ; Tergantung Jarak dan Loading / Unloading


Bentuk            ; Asalan , Bongkahan dan Nut Lampi


Sistem Bayar   ; Down Payment , SKBDN ( 2 Minggu ) dan LC

Kami juga punya Partner untuk Angkutan Barge / Tugboat 230 feet , 270 feet 300 feet serta Mother Vessel 50.000 MT dan 60,000 MT.
Kami juga siap dan bersedia untuk Kontrak jangka panjang dengan Eskalasi harga per periodik atau kaondisi harga pasar.

Demikian diinformasikan, semoga kerjasama ini dapat segera terealisasi.
READ MORE - PRODUSEN BATUBARA